OTTNews

Oknum Pengacara dan Admin Akun Dedikasi yang Tipu Pengusaha Dilaporkan Polisi


LOMBOK TIMUR, OttNews.id- Perkara penipuan yang dialami oleh Lalu Satriadi seorang pengusaha beras sekaligus pemilik dari UD. Santosa Abadi yang dilakukan oleh seorang oknum pengacara inisial ZM dan salah seorang oknum pegiat LSM inisial SY terus bergulir, terbaru kedua pelaku telah dilaporkan oleh korban ke Direskrimum Polda NTB.

Terkait dengan kasus itu, ternyata menyita perhatian banyak kalangan, salah satunya dari Lalu Muliadi selaku Ketua KSPN NTB yang juga kerabat dekat korban dan salah seorang pengacara kondang di Lombok Timur, Eko Rahadi, SH.

Lalu Muliadi menjelaskan awal mula hubungan antara korban dengan kedua pelaku dalam kasus ini terjadi ketika korban menyepakati permintaan kedua pelaku untuk menyalurkan beras milik korban sebanyak 60 ton dalam program BPNT di beberapa kecamatan di Lombok Timur. Di mana nantinya setelah dibayarkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kedua pelaku selaku penyalur akan melakukan pembayaran kepada korban.

“Beras dari Lalu Satriadi sekitar 60 ton, yang akan disalurkan oleh dua oknum ini pada Progam BPNT itu. Jadi hubungannya bisa dikatakan pedagang dengan calo,” kata Muliadi, Selasa (30/03/2021).

Ternyata lanjut Mik Mul sapaan akrabnya, setelah beras itu dibayarkan oleh KPM melalui agen e-warong, kedua pelaku yang diduga juga admin dari akun anonim di media sosial Facebook dengan nama akun Dedikasi itu tidak memberikan hasil pembayaran beras itu kepada korban selaku pemilik barang seperti kesepakatan awal, malahan dibawa kabur oleh pelaku.

“Tapi ternyata uang pembayaran itu di bawa kabur oleh dua oknum itu, dengan jumlah 500 juta lebih,” cetusnya.

Sambung Mik Mul, saat ini berdasarkan informasi yang ia dapatkan, kedua pelaku telah melarikan diri pada suatu tempat di Provinsi Kalimatan Timur.

Berita Terkait:   Ditresnarkorba dan Resmob Polda NTB Ringkus Dua Tersangka Narkoba

Setali tiga uang dengan apa yang disampaikan oleh Mik Mul. Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang pengacara yang juga merupakan sejawat pelaku yakni Eko Rahadi menyatakan dirinya sangat prihatin dan miris atas kasus yang menjerat kedua pelaku itu.

“Saya selaku praktis hukum, yang sama profesinya dengan terduga pelaku sangat prihatin dan menyayangkan tindakan ini,” ucapnya.

Lanjutnya, salah satu pelaku yang menjadi pengacara harus disidang etik oleh ketua dewan penasihat organsiasi yang bersangkutan, atau dicabut keanggotaannya, karena mencederai nama baik profesi.

Bahkan ia juga menyatakan selaku orang yang sangat kritis terhadap beberapa kebijakan Pemda Lombok Timur melalui akun anonim Dedikasi, ternyata menggambarkan tindakan yang jauh dari kepantasan sesuai dengan narasi yang sering dilontarkan.

“Jadi admin Dedikasi ini jelas membawa kabur dana pengusaha sukses, dan itu sangat tidak beretika. Mengaku penggiat media sosial, tapi ternyata melacurkan diri,” gusarnya.

Dari itu, Eko berharap pihak kepolisian serius dalam menangani kasus ini, dan berpesan kepada kedua pelaku untuk menyerahkan diri guna menyelesaikan kasusnya.

“Kita minta aparat serius mengusut tuntas dan kami berharap pelaku yang juga admin dari akun dedikasi ini menyerahkan diri dan ada itikad baik untuk minta maaf. Masalah orang saja bisa kita selesaikan. Siapa tau nanti ada kemurahan hati dari pengusaha sukses itu,” sebutnya.

Atas hal itu, Lalu Satriadi selaku korban saat hendak dikonfirmasi melalui jaringan seluler, mengaku dirinya tengah di BAP di Direskrimum Polda NTB terkait tindak lanjut laporan polisinya atas kasus ini.

“Maaf saya lagi di depan penyidik lagi di BAP,” katanya singkat.

Sementara itu, terduga pelaku inisial ZM saat hendak dikonfirmasi melalui jaringan seluler, kontak telepon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. (Red)