OTTNews

Polda NTB Ungkap Sindikat Narkoba di Lotim, Tersangka Terancam Hukuman Mati


Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB berhasil mengungkap jaringan sindikat narkoba di Lombok Timur (Lotim). Menindaklanjuti itu, Tim Ditresnarkoba Polda NTB langsung melakukan penggrebekan di dua lokasi berbeda di Lotim, yaitu di Kecamatan Selong dan Pringgasela, dalam penggerebekan itu, tim berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) dan 10 tersangka yang kemudian digelandang ke Polda NTB, para tersangka terancam hukuman mati.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma PR., S.I.K., M.H., saat konferensi pers, Minggu (22/11) siang, mengatakan bahwa kasus itu berhasil diungkap atas kerjasama Ditresnarkoba Polda NTB dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram.

“Ditresnarkoba telah membangun komitmen atau kesepahaman dengan Kalapas, untuk bersama-sama menjaga wilayah NTB ini dari peredaran narkoba,” katanya, Minggu (22/11/2020).

Dikatakannya, sesuai laporan Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, AKP I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., pihaknya berhasil mengamankan 10 Orang tersangka termasuk pemilik pabrik narkotika jenis sabu tersebut.

“Yang sepuluh pelaku ini merupakan satu kelompok jaringan dalam mendapatkan sabu, mereka disuplei atau mendapatkan barang dari orang yang mereka panggil dengan sebutan ‘Ustadz’. Si-Ustadz inilah yang rumahnya dijadikan pabrik sabu rumahan, yang peralatannya difasilitasi oleh orang yang disebut ‘Jenderal Yusuf’ yang ada di dalam Lapas,” jelasnya.

Penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas kelas II A Mataram guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini bahwa di wilayah Lotim, tepatnya di Kecamatan Selong dan Pringgasela ada
tempat transaksi narkoba dan pabrik narkotika.

Berbekal informasi tersebut kemudian sekitar pukul 12.00 Wita Ketua Tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Polisi Cakranegara kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lotim yakni di kos-kosan di lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong.

Berita Terkait:   Satgas Pangan Polda NTB: Stock Kebutuan Pokok Masih Relatif Stabil

Di sini petugas langsung melakukan penggerebekan pada empat kamar kos dan mengamankan 8 Orang tersangka diantaranya, SRA alias HD, RS alias RO, HA alias DG, RP alias RZ, keempat orang ini bertindak sebagai pengedar, sementara LN alias LM, dan RAK alias RAM, bertindak sebagai kurir.

Sedangkan dua orang yang diamankan di kos-kosan di Lingkungan Muhajirin lainnya yaitu HD alias HM sebagai bandar dan SH alias DY bertindak selaku pembeli barang haram tersebut.

Setelah melakukan penangkapan, selanjutnya Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB dengan disaksikan oleh Ketua RT dan pemilik kos melakukan penggeledahan, di masing-masing kamar kos.

Di kamar 1 petugas menemukan BB Sabu 1 klip isi 5 poket dengan rincian penemuan 1 poket ditemukan di belakang salon, di dalam tempat Mentos 3 klip sedang, 1 poket berada di lantai kamar dengan berat bruto 15.28 gram.

Selain itu, di kamar itu, tim juga berhasil menemukan 1 unit timbangan digital, 1 kotak hitam sedang yang berisikan klip sedang dan kecil,1 buah alat hisap, 1 unit HP Realme, 1 unit HP iPhone warna putih, 1 unit HP Oppo android dan 2 unit HP Samsung lipat.

Di kamar 3 petugas berhasil menemukan
1 klip kecil BB narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam kamar mandi dengan berat bruto 0,44 gram, 1 unit timbangan digital, 1 unit HP kecil hitam, 1 buah bong, 1 buah dompet warna coklat dan uang tunai sebesar Rp 2.450.000.

Penggeledahan dilanjutkan oleh petugas ke kamar 4, di kamar ini petugas berhasil menemukan 1 klip kecil Sabu yang dibuang di tong sampah dengan berat bruto 0,40 gram,1 unit HP android warna putih, 1 unit HP warna hitam, dan uang tunai masing-masing sebesar Rp 6.107.000 dan Rp 1.100.000.

Berita Terkait:   Polda NTB Ancam Tutup Kegiatan Usaha Tak Patuhi Protokol Pandemi Covid-19

Setelah berhasil mengamankan tersangka berikut BB di Lingkungan Muhajirin. Tim lanjut bergerak menuju TKP selanjutnya, di Kecamatan Pringesela. Setibanya di TKP, Pukul 15.30 Wita, tim langsung menggerebek sebuah rumah yang terindikasi dijadikan as sebagai tempat pabrik narkotika.

Di tempat ini, Tim Ditresnarkoba Polda NTB berhasil mengamankan 2 orang tersangka yang ada di dalam rumah, yaitu SS alias UT, selaku pemilik rumah yang disinyalir dijadikan pabrik pembuat sabu, dan satu orang lagi inisial RW alias RIS yang merupakan anak buah dari tersangka pemilik rumah.

Setelah kedua tersangka diamankan, petugas dengan disaksikan oleh Kepala Dusun setempat, langsung melakukan penggeladahan. Di dalam rumah, petugas menemukan sebuah ruangan yang menyerupai pabrik pembuatan bahan baku narkotika jenis Sabu beserta peralatannya.

Adapun peralatan dan benda diduga bahan baku dari Sabu yang ditemukan ditempat itu berupa, 1 unit pemadam api (Apar), 1 kotak alumunium foil, 1 unit kompor elektrik oxone, 1 liter Mekiheitamin cair, 1 liter Mixsofir cair, 1 liter Dimethyl Sulfoxide cair, 1 liter Murni cair, 1 buah gelas ukur merek Pyrex ukuran 2 liter, 1 buah gelas ukur 1000 ml, 1 buah cawan kaca dan 1 buah gelas ukur merek Pyrex ukuran 1000 ml.

Guna proses hukum lebih lanjut, 10 orang tersangka berikut BB, diamankan ke Kantor Ditresnarkoba Polda NTB. 10 tersangka tersebut terancam dijerat dengan pasal berlapis pada UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Red)