BPBD Lotim Usulkan Tambahan RTG Baru, Realisasi Tahap Pertama Tidak Tahu


Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim), menerangkan saat ini pihaknya sudah melakukan usulan tambahan baru untuk RTG di Lotim. Terkait dengan realisasi Rumah Tahan Gempa (RTG) tahap pertama (2018) dirinya tidak mengetahui persis tindak lanjut hal tersebut.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Kabid RR, BPBD Lotim, Kurnia Darmawan menyatakan jika pihaknya telah melakukan ajuan tambahan baru untuk realisasi RTG tahap kedua. Menindaklanjuti itu, saat ini Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lotim tengah berada di Jakarta untuk mengantisipasi jika ada perbaikan data.

“Jadi untuk target kerja yang sudah dicapai semua proses administrasi sudah kita laksanakan untuk saat ini. Kita ajukan 4.600 sekian. Pak Kalak dan 2 orang tim data ke Jakarta untuk antisipasi perubahan-perubahan yang ada di pusat,” katanya, Kamis (15/10/2020).

Kurnia melanjutkan, dari jumlah yang diajukan tersebut, berdasarkan hasil review dari BNPB, Lotim mendapatkan kuota sejumlah 2.643. Ditegaskannya kembali, kuota tersebut untuk semua kategori (rusak ringan, sedang dan berat).

Total anggaran pusat yang digelontorkan untuk pembangunan kuota RTG yang didapatkan Lotim itu, sebutnya mencapai angka Rp.59 milyar.

“Itu hasil review terakhir berdasarkan kuota yang diberikan itu jumlahnya 2.643 dengan biaya Rp. 59 milyar,” cetusnya.

Adapun sisa usulan yang tidak bisa terealisasi oleh BNPB tersebut, Kurnia mengatakan belum ada arahan dari pimpinan. Tapi kemungkinan realisasinya melalui program RTLH.

“Yang tidak tercover 2.007 kita belum memiliki arahan seperti apa, tapi ada beberapa teknis yang bisa dilakukan, bisa berupa RTLH atau apa itu rencana. Tapi belum ada direksi dari pimpinan,” katanya.

Ditanyakan terkait realisasi pembangunan dari RTG tahap pertama (usulan 2018), pengakuannya Ia tidak mengetahui secara detail hal tersebut. Sebab saat itu, dirinya belum membidangi persoalan itu.

Berita Terkait:   Kabid Kedaruratan: Kami Tertibkan Administrasi, Distribusi Air Jalan Terus!

“Saya baru berkecimpung dengan RTG ini, karena saya baru di bidang ini. Kalau berdasarkan hasil data pencapaian kinerja untuk LPJ, Lombok Timur sesuai penyampaian Pak Kalak kita tertinggi pencapaiannya hampir 98 persen,” cetusnya.

“Mungkin saya perlu koordinasi dengan Pak Kalak, mungkin beliau dengan tim yang sama mengenai data itu. Tapi yang pasti,dari yang sudah diberikan, istilahnya data BNBA atau yang sudah terbiayai dari pusat targetnya yaa harus clear baik gempa 1 dan 2,” tutupnya. (Red)