Cium Indikasi Korupsi Aset Pemda Lotim, KSPN NTB Lapor Kejari


Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) NTB, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim). Kedatangan KSPN NTB itu, untuk melaporkan dugaan kasus korupsi pada pengelolaan aset Pemda Lotim di eks Pasar Terara.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Ketua KSPN NTB, L. Iswan Muliadi dalam kesempatan itu menyatakan kepada media, bahwa beberapa pihak terkait yang terlibat diduga telah bersama-sama melakukan tindakan korupsi.

“Kami menduga beberapa pihak, terlibat melakukan tindak korupsi administrasi, pada kasus pengelolaan aset Pemda di Pasar Terara, sehingga kami melapor ke kejaksaan agar diproses para pelakunya,” katanya, Senin (05/10/2020).

Atas dugaan itu, KSPN NTB melaporkan 5 pihak ke Kejari Lotim, dengan harapan segera untuk ditindaklanjuti.

Adapun kelima pihak yang dilaporkan itu adalah Plt. Kaban Bapenda, Kabid Retribusi Bapenda Lotim, Ketua LSM Sinar Kehidupan, satu Oknum ASN dan salah seorang warga Desa Terara.

“Kami melaporkan Plt. Kepala Bapenda, Kabid Retribusi dan Ketua LSM Sinar Kehidupan yang patut kami duga telah melakukan permufakatan jahat dengan dugaan membenarkan aktivitas LSM Sinar Kehidupan ini untuk masuk mengelola aset Pemda tanpa prosedur,” ungkapnya.

“Selanjutnya yang kami laporkan adalah seorang oknum guru yang kami duga melakukan pembohongan publik karena berstatmen bangunan awal tidak rusak, padahal rusak, kami punya buktinya. Kemudian seorang warga Desa Terara inisial R yang diduga menjual aset daerah,” imbuhnya.

Kasi Intel Kejari Lotim, Rasyid, S.H., yang menerima laporan KSPN NTB itu mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan register terhadap laporan itu dan akan meneruskan laporan tersebut kepada pimpinan, untuk selanjutnya dipelajari.

“Laporan kami terima, kami register dan kami masukkan ke pimpinan, nanti kami pelajari, atas laporan adanya dugaan kerugian negara,” ungkapnya.

Berita Terkait:   Laporan Covid Kerap Tidak Sesuai, Bupati Minta Jajaran Tingkatkan Koordinasi dengan Dikes Provinsi

Rasyid dalam kesempatan itu menegaskan, setelah mempelajari laporan itu, selanjutnya pihaknya akan melakukan klarifikasi dan akan mengabarkan perkembangan kasus kepada pelapor.

“Nanti kami akan klarifikasi, ketika sudah dua alat bukti baru bisa ke tahap berikutnya, dan nanti kami akan kabarkan perkembangannya. Tapi tetap kita harus mengedepankan azas praduga tak bersalah,” tutupnya. (Red)