Hindari Kasus Mataram, Dikes Lotim Tetapkan Standar Covid Tangani Pasien Kebidanan


Menindaklanjuti terjadinya kasus bayi meninggal di Kota Mataram yang ditengarai diakibatkan terlambatnya penanganan oleh pihak rumah sakit, karena ibu dari bayi belum melakukan rapid test Covid-19, sesaat sebelum ke rumah sakit untuk proses persalinan, ditanggapi serius oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim), dalam pelayanan kebidanan di Lotim.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Terkait dengan kasus yang terjadi di Kota Mataram, Kadikes Lotim, M. Hasbi Santoso menjamin kasus semacam itu tidak akan terjadi di Lotim, karena pihaknya telah mempersiapkan kebijakan dan pelayanan khusus untuk pasien kebidanan.

“Belajar dari yang terjadi di kota, di mana pasien itu tidak melakukan rapid test, kemudian dirujuk sehingga rumah sakit tidak melakukan rapid test, saya hanya melihat celah, ini yang mengakibatkan kematian bayi di kota,” katanya, Jum’at (21/08/2020).

Hasbi melanjutkan, penanganan pasien di rumah sakit memang saat ini diharuskan sesuai dengan SOP protokol Covid-19, dan itu mengakibatkan terhambatnya pasien kebidanana yang justru bersifat darurat dan mesti cepat tertangani.

“Memang pasien kebidanan pasti dalam keadaan darurat, karena menyangkut dua nyawa dan rapid test secara faktual sifatnya menghambat penanganan,” paparnya.

Secara teknis, untuk menghindari potensi terjadinya kasus serupa di Lotim. Dikes Lotim menjamin ketersediaan alat rapid test, dan menerapkan pelayanan silang antara puskesmas dan rumah sakit.

“Rumah sakit kami suplai rapid test dari Dinas Kesehatan, kami berikan semua kebutuhannya, rata-rata 250-350 per bulan, ini dilakukan di Lotim sejak awal, apabila pasien itu dirujuk pada saat jam kerja, maka dia harus rapid test di puskesmas, jika diluar jam kerja maka itu kewajiban rumah sakit, karena puskemas tidak memiliki tenaga laboratorium di luar jam kerja,” jelasnya.

Berita Terkait:   Baznas Lotim Tetapkan 5 Kriteria Penerima Manfaat Di Tengah Pandemi Covid - 19

Terkait dengan SOP pelayanan pasien kebidanan, apakah telah baku atau tidak, Hasbi memastikan akan memberikan standar khusus dan bersifat taktis, untuk mempercepat pelayanan.

“Begini memang sedikit masih ada masalah, tapi kami sudah lapor pimpinan. Kami akan membuat terobosan, pasien kebidanan tidak dirapid test, rumah sakit harus khusus untuk pasien kebidanana ditata laksana seolah-olah ibu dan anak ini Corona, jadi semua dianggap seperti itu, sehingga semua dengan baik dilayani,” tutupnya. (OTT 04)