Ketua DPRD: Bukan Disharmonisasi, Tapi Harus Dibangun Harmonisasi


Untuk menepis tafsiran negatif pada roda pemerintahan Sukiman-Rumaksi (SUKMA), Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), berharap jajaran birokrasi satu garis (harmonis) dalam melaksanakan kebijakan pimpinan daerah. Dirinya juga membantah jika telah mengatakan selama ini birokrasi Lotim berjalan disharmonis.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Ketua DPRD Lotim, Murnan menyatakan kerangka organsiasi pemerintahan Lombok Timur (Lotim) dibawah kepemimpinan SUKMA harus membangun harmonisasi untuk mengindari tafsiran negatif masyarakat, dari itu jajaran birokrasi harus dijalankan secara harmonis.

“Harmonisasilah baik antar pimpinan maupun antara pimpinan OPD agar satu terjemahan ke bawah, itu yang kita inginkan agar tidak muncul tafsiran-tafsiran lain” kata politisi PKS ini, (30/9/2020).

Ia juga menyebutkan, selama dua tahun SUKMA, legislatif tetap memberikan dukungan atas segala bentuk program eksekutif, sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD).

“Kami di DPRD selalu mendukung apa yang menjadi program RPJMD pemerintah kabupaten. Karenanya agar program-program prioritas tersebut bisa berjalan dengan baik maka di perlukan yang namanya harmonisasi” jelasnya kembali.

Murnan juga menyebutkan, pada statmen sebelumnya di media massa bukan disharmonisasi yang Ia maksud, melainkan di dua tahun SUKMA, legislatif meminta agar harmonisasi ke staf yang ada juga dapat dilakukan.

“Bukan disharmonisasi yang kami maksud” katanya.

Saat ini harmonisasi antara eksekutif dan legislatif diakui tidak ada persoalan, kendati demikian ketika ada persoalan yang tidak sesuai dengan RPJMD, DPRD Lotim tetap akan memberikan kritik kepada pemerintah.

“Kami tetap akan mengambil sikap kritis apabila ada perencanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan” singkatnya. (Red)

Berita Terkait:   Bupati Lotim Terima Bantuan Perpipaan dari Pemprov NTB