Refleksi 2 Tahun Sukma, Capaian Bidang Pengairan PUPR Lotim Positif


Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Lombok Timur (Lotim) terus bekerja untuk merealisasikan Visi dan Misi Sukma dalam masa kepemimpinannya. Genap 2 (dua) tahun massa pemerintahan Sukma, terdapat beberapa raihan yang laik mendapat apresiasi, salah satunya capaian kerja Bidang Pengairan, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lotim.

LOMBOK TIMUR, OttNews.id– Kepala Bidang Pengairan, Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji, S.T menerangkan, jika terdapat beberapa capaian yang telah direalisasikan pada bidangnya selama dua tahun kepemimpinan Sukma.

“Kita di Bidang Pengairan sudah mengintervensi 107 daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemkab Lombok Timur, baik pembuatan jaringan irigasi baru ataupun rehabilitasinya selama dua tahun terakhir, baik yang bersumber dari DAK, Dana O dan P irigasi APBD Il dan hibah dari Bank Dunia (IPDMIP),” katanya, Senin (28/09/2020).

Sosiawan lanjut memaparkan lebih jauh terkait capaian akumulatif yang telah terealisasi, sumber anggaran dan lokasi realisasi program yang telah dikerjakan bidangnya.

“Untuk saluran irigasi baru yang bersumber dari DAK total saluran yang telah dikerjakan panjangnya 20 KM, sementara untuk yang direhabilitasi dan saat ini tengah dalam pelaksanaan 4 KM dengan target areal ke 767 hektar lahan,”

Dijelaskan lebih lanjut Sosiawan, saluran irigasi yang dibangun dari DAK tersebut difokuskan pada empat daerah irigasi.

“Fokus kita di empat titik dari sumber DAK ini, pertama Daerah Irigasi Gegering, Dasan Paok, Pengempel Propok dan Bangket Luah,” jelasnya.

Terkait dengan program pembangunan saluran irigasi Multiyears yang bersumber dari APBD II, dijelaskannya dibagi menjadi dua paket.

“Paket Multiyears l kita kerjakan suplesi jaringan irigasi DAS Kali Marongkek, Kali Tojang, Kali Gading sepanjang 17 KM dan pembangunan Embung Menceh, kita harapkan setelah suplesi irigasi ketiga DAS ini terbangun tidak ada lagi kebocoran dan dapat mempercepat droping air ke wilayah Sakra, dan untuk Embung Menceh ini diharapkan mempercepat suplai air di wilayah Sakra Timur dan Sakra,” katanya.

Berita Terkait:   Ketua 1 IKD Lotim Dukung Penuh Penerbitan Izin Ritel Modern

“Sementara target Multiyears ll untuk pembangunan Bendung Padelan Banjar Getas, dengan harapan dapat mengairi daerah irigasi sampai ke wilayah Pringgabaya,” sambungnya.

Adapun realisasi program IPDMIP yang merupakan dana hibah dari Bank Dunia, difokuskan untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, yang difokuskan di tiga daerah irigasi.

“Pertama rehabilitasi jaringan irigasi Borok Lelet dengan panjang 2,834 KM dan areal layanan irigasi seluas 288 hektar, kedua rehabilitasi jaringan irigasi Lokak Bau, Penendem, dan Jogok dengan areal layanan irigasi seluas 1.057 hektar dan saat ini masih dilaksanakan di 2020. Lalu sisa dana yang 24,4 M akan digunakan untuk rehabilitasi daerah irigasi Temusik, Larung, Pengadangan, Pringgasela dan Ijo Balit dengan panjang 47 KM,” jelasnya.

Atas capaian dan progres kerja saat ini, Sosiawan juga menerangkan jika Bidang Pengairan Dinas PUPR Lotim, memasuki tiga tahun kepemimpinan Sukma, telah merencanakan dan berfokus pada pembangunan suplesi jaringan irigasi selatan yang dimulai dari Bendungan Pandan Duri sampai ke Embung Jero Puri.

“Saat ini kami di Bidang Pengairan telah merencanakan pembangunan suplesi jaringan irigasi selatan yang dimulai dari Bendungan Pandan Duri sampai ke Embung Jero Puri sebagai titik pengumpul terakhir. Dengan capaian saat ini dan rencana kedepannya, kami berharap dapat mewujudkan visi dari Sukma yaitu Adil Sejahtera dan Aman bagi seluruh masyarakat di Lombok Timur,” pungkasnya. (OTT 04)